Asalamualaikum wr.wb
Apa Pengertian Termometer Dan Cara Menggunakannya ? mari kita simak di bawah ini ya
Termometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur suhu
(temperatur), dan perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo
yang berarti suhu dan meter yang berarti mengukur.
Suhu adalah sifat yang menentukan apakah sistem setimbang termal dengan
sistem lain atau tidak, bila dua sistem atau lebih dalam setimbang termal maka sistem
ini dikatakan mempunyai suhu yang sama. Suhu menunjukkan derajat panas suatu
benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut,
sebaliknya semakin rendah suhu suatu benda semakin dingin benda tersebut.
Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda.
Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk
perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran.
Termometer memang bukan barang antik yang jarang diketahui orang. Walau
demikian, sayangnya benda yang sangat penting dan murah ini jarang dijumpai di
rumah-rumah. Padahal, demam merupakan salah satu gejala penyakit yang paling sering
dijumpai di dunia.
Termometer ditemukan beberapa abad lalu, tepatnya di abad XVI oleh ahli
Fisika sekaligus astronom Italia bernama Galileo. Tetapi, termometer air raksa yang
akurat baru berhasil dibuat pada dua abad sesudahnya oleh Daniel Gabriel Fahrenheit.
Karena itu, sampai saat ini skala Fahrenheit masih umum dipakai di Amerika.
Penemuan termometer berlanjut dengan dikembangkannya termometer yang memakai
skala 100 oleh astronom Swedia bernama Anders Celcius. Nama belakangnya tentu
tidak asing terdengar bagi orang Indonesia, karena umumnya orang Indonesia memakai
termometer dengan skala Celcius.
(temperatur), dan perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo
yang berarti suhu dan meter yang berarti mengukur.
Suhu adalah sifat yang menentukan apakah sistem setimbang termal dengan
sistem lain atau tidak, bila dua sistem atau lebih dalam setimbang termal maka sistem
ini dikatakan mempunyai suhu yang sama. Suhu menunjukkan derajat panas suatu
benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut,
sebaliknya semakin rendah suhu suatu benda semakin dingin benda tersebut.
Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda.
Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk
perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran.
Termometer memang bukan barang antik yang jarang diketahui orang. Walau
demikian, sayangnya benda yang sangat penting dan murah ini jarang dijumpai di
rumah-rumah. Padahal, demam merupakan salah satu gejala penyakit yang paling sering
dijumpai di dunia.
Termometer ditemukan beberapa abad lalu, tepatnya di abad XVI oleh ahli
Fisika sekaligus astronom Italia bernama Galileo. Tetapi, termometer air raksa yang
akurat baru berhasil dibuat pada dua abad sesudahnya oleh Daniel Gabriel Fahrenheit.
Karena itu, sampai saat ini skala Fahrenheit masih umum dipakai di Amerika.
Penemuan termometer berlanjut dengan dikembangkannya termometer yang memakai
skala 100 oleh astronom Swedia bernama Anders Celcius. Nama belakangnya tentu
tidak asing terdengar bagi orang Indonesia, karena umumnya orang Indonesia memakai
termometer dengan skala Celcius.
Termometer konvensional terdiri atas tabung gelas tertutup yang berisi cairan.
Cairan yang umum dipakai dalam termometer kita adalah air raksa (merkuri). Di tepi
tabung terlihat garis-garis yang menunjukkan skala temperatur. Bila suhu meningkat, air
raksa dalam tabung yang sempit itu akan naik. Titik dimana air raksa tersebut berhenti
naik menunjukkan berapa suhu tubuh yang tertera pada skala temperatur.
Yang harus diingat juga adalah selalu mengibas-kibaskan termometer sebelum
dipakai. Hal ini disebabkan tabung termometer yang sempit itu akan mencegah air raksa
yang sudah terlanjur naik untuk turun dengan sendirinya. Satu-satunya cara untuk
menurunkan air raksa tersebut adalah dengan menggerakan termometer dengan tangan.
Penjalanan termometer tidak berhenti sampai disana. Alat ini terus
dikembangkan untuk memberikan kemudahan dan ketepatan yang lebih baik bagi
penggunanya. Beragam cara penggunaan termometer yang kini ada misalnya:
Cairan yang umum dipakai dalam termometer kita adalah air raksa (merkuri). Di tepi
tabung terlihat garis-garis yang menunjukkan skala temperatur. Bila suhu meningkat, air
raksa dalam tabung yang sempit itu akan naik. Titik dimana air raksa tersebut berhenti
naik menunjukkan berapa suhu tubuh yang tertera pada skala temperatur.
Yang harus diingat juga adalah selalu mengibas-kibaskan termometer sebelum
dipakai. Hal ini disebabkan tabung termometer yang sempit itu akan mencegah air raksa
yang sudah terlanjur naik untuk turun dengan sendirinya. Satu-satunya cara untuk
menurunkan air raksa tersebut adalah dengan menggerakan termometer dengan tangan.
Penjalanan termometer tidak berhenti sampai disana. Alat ini terus
dikembangkan untuk memberikan kemudahan dan ketepatan yang lebih baik bagi
penggunanya. Beragam cara penggunaan termometer yang kini ada misalnya:
1 .Cara Penggunaan Termometer di Ketiak.
Ini merupakan cara penggunaan termometer yang tampaknya paling sering
dilakukan. Caranya terlihat sangat sederhana sehingga hal ini mungkin yang
menjadikannya pilihan pertama dan utama di kalangan masyarakat. Pengukuran suhu
ketiak sesungguhnya tidak seakurat pengukuran mulut atau rektal. Temperatur yang
terukur akan menghasilkan nilai 10oC lebih rendah dibandingkan dengan hasil
pengukuran mulut.
dilakukan. Caranya terlihat sangat sederhana sehingga hal ini mungkin yang
menjadikannya pilihan pertama dan utama di kalangan masyarakat. Pengukuran suhu
ketiak sesungguhnya tidak seakurat pengukuran mulut atau rektal. Temperatur yang
terukur akan menghasilkan nilai 10oC lebih rendah dibandingkan dengan hasil
pengukuran mulut.
2.Cara Penggunaan Termometer di Mulut.
Prinsip utama yang harus diingat adalah jangan menggunakan cara ini pada bayi
dan anak yang masih kecil, terlebih bila menggunakan termometer air raksa.
Pengukuran suhu melalui mulut lebih akurat bila dibandingkan dengan pengukuran
melalui ketiak. Tetapi untuk mendapatkan hasil yang akurat, biarkan termometer di
dalam mulut selama 3-4 menit sebelum di baca. Selain itu, jangan lupa mengibas-
kibaskan termometer sebelum digunakan.
Saat meletakkan termometer ke dalam mulut, pastikan ujung termometer
ditempatkan di bawah lidah sejauh mungkin. Sekali lagi, di bawah lidah. Hal ini penting
mengingat kebanyakan orang melakukan dengan salah dan sekedar memasukkan
termometer ke dalam mulut, dikulum di atas lidah dan cuma selama 1-2 menit saja.
Cara pengukuran yang salah tentu menghasilkan informasi yang tidak akurat.
dan anak yang masih kecil, terlebih bila menggunakan termometer air raksa.
Pengukuran suhu melalui mulut lebih akurat bila dibandingkan dengan pengukuran
melalui ketiak. Tetapi untuk mendapatkan hasil yang akurat, biarkan termometer di
dalam mulut selama 3-4 menit sebelum di baca. Selain itu, jangan lupa mengibas-
kibaskan termometer sebelum digunakan.
Saat meletakkan termometer ke dalam mulut, pastikan ujung termometer
ditempatkan di bawah lidah sejauh mungkin. Sekali lagi, di bawah lidah. Hal ini penting
mengingat kebanyakan orang melakukan dengan salah dan sekedar memasukkan
termometer ke dalam mulut, dikulum di atas lidah dan cuma selama 1-2 menit saja.
Cara pengukuran yang salah tentu menghasilkan informasi yang tidak akurat.
3 .Cara Penggunaan Termometer di Rektal.
Cara ini merupakan cara yang sangat baik hanya saja mungkin kurang
menyenangkan. Bayi sebaiknya diukur dengan cara ini mengingat keakuratannya yang
lebih tinggi. Suhu yang tercatat umumnya lebih tinggi 10 dibanding pengukuran suhu
melalui mulut.
Bila memakai termometer air raksa, pastikan menggunakanya dengan hati-hati.
Gerakan mendadak dari bayi dapat membuat termometer pecah dan menimbulkan
bahaya. Termometer dimasukkan melalui lubang pantat selama paling sedikit 3 menit.
Jangan lupa untuk mengibas-kibaskan dulu termometer tersebut sebelum pemakaian
agar air raksa yang sudah naik dapat turun kembali.
menyenangkan. Bayi sebaiknya diukur dengan cara ini mengingat keakuratannya yang
lebih tinggi. Suhu yang tercatat umumnya lebih tinggi 10 dibanding pengukuran suhu
melalui mulut.
Bila memakai termometer air raksa, pastikan menggunakanya dengan hati-hati.
Gerakan mendadak dari bayi dapat membuat termometer pecah dan menimbulkan
bahaya. Termometer dimasukkan melalui lubang pantat selama paling sedikit 3 menit.
Jangan lupa untuk mengibas-kibaskan dulu termometer tersebut sebelum pemakaian
agar air raksa yang sudah naik dapat turun kembali.
4 .Cara Penggunaan Termometer di Telinga.
Ini merupakan cara yang cukup canggih di mana yang diukur adalah temperatur
gendang telinga. Cara kerjanya dalam menentukan suhu tubuh adalah membaca radiasi
infrared yang berasal dari jaringan gendang telinga. Pengukuran dengan cara ini
memang memiliki beberapa kelebihan seperti kemampuan untuk mengukur secara lebih
tepat temperatur dalam otak. Untuk diketahui, temperatur otak sebenarnya adalah
ukuran yang paling tepat dalam hal pengukuran temperatur tubuh. Kelebihan lain adalah
penggunaan waktu yang sangat singkat, sekitar 2 sampai 3 detik saja.
Hanya saja, keakuratan termometer model ini memang masih dipertanyakan oleh
sebagian kalangan dokter. Selain itu, kelemahan lainnya terletak pada harganya yang
masih cukup menguras kantong kita.
gendang telinga. Cara kerjanya dalam menentukan suhu tubuh adalah membaca radiasi
infrared yang berasal dari jaringan gendang telinga. Pengukuran dengan cara ini
memang memiliki beberapa kelebihan seperti kemampuan untuk mengukur secara lebih
tepat temperatur dalam otak. Untuk diketahui, temperatur otak sebenarnya adalah
ukuran yang paling tepat dalam hal pengukuran temperatur tubuh. Kelebihan lain adalah
penggunaan waktu yang sangat singkat, sekitar 2 sampai 3 detik saja.
Hanya saja, keakuratan termometer model ini memang masih dipertanyakan oleh
sebagian kalangan dokter. Selain itu, kelemahan lainnya terletak pada harganya yang
masih cukup menguras kantong kita.
5 .Cara Penggunaan Termometer Basal.
Temperatur basal adalah temperatur tubuh saat bangun pagi. Temperatur ini
biasanya juga merupakan temperatur tubuh yang terendah. Termometer basal
merupakan temometer yang sangat sensitif yang digunakan untuk menilai perubahan
temperatur yang sangat sedikit. Cara penggunaannya dapat melalui mulut.
Karena suhu yang ingin diukur adalah suhu basal, tentu saja pengukuran suhu
dilakukan segera setelah bangun tidur. Jadi, jangan letakkan termometer ini di
sembarang tempat. Letakanlah pada lokasi yang sangat mudah dicapai dari tempat tidur.
Bila sudah terlanjur bangun dan berjalan, suhu tubuh tentu telah berubah dan
pengukuran menjadi tidak akurat.
biasanya juga merupakan temperatur tubuh yang terendah. Termometer basal
merupakan temometer yang sangat sensitif yang digunakan untuk menilai perubahan
temperatur yang sangat sedikit. Cara penggunaannya dapat melalui mulut.
Karena suhu yang ingin diukur adalah suhu basal, tentu saja pengukuran suhu
dilakukan segera setelah bangun tidur. Jadi, jangan letakkan termometer ini di
sembarang tempat. Letakanlah pada lokasi yang sangat mudah dicapai dari tempat tidur.
Bila sudah terlanjur bangun dan berjalan, suhu tubuh tentu telah berubah dan
pengukuran menjadi tidak akurat.
6 .Cara Penggunaan Termometer Digital.
Ini adalah bagian dari kemajuan teknologi dimana termometer air raksa mulai
digantikan oleh cara lain yang relatif lebih aman. Termometer digital biasanya
digantikan oleh cara lain yang relatif lebih aman. Termometer digital biasanya
dilengkapi dengan bunyi (misalnya bip) yang akan memberitahukan bahwa pengukuran
suhu telah selesai dilakukan. Cara pengukuran umumnya sama dengan cara pengukuran
dengan memakai termometer air raksa, hanya tidak perlu melihat jam untuk mengetahui
kapan pengukuran suhu selesai.
Keragaman termometer ini tentu tidak akan berguna bila hanya untuk dibaca tapi
tidak dimiliki dan dimanfaatkan di rumah. Termometer air raksa sangat akurat dan
murah harganya. Bila jatuh akan langsung pecah sehingga tidak terlalu dianjurkan
penggunaannya pada bayi dan balita. Termometer digital lebih mahal harganya tetapi
relatif lebih aman penggunaannya.
suhu telah selesai dilakukan. Cara pengukuran umumnya sama dengan cara pengukuran
dengan memakai termometer air raksa, hanya tidak perlu melihat jam untuk mengetahui
kapan pengukuran suhu selesai.
Keragaman termometer ini tentu tidak akan berguna bila hanya untuk dibaca tapi
tidak dimiliki dan dimanfaatkan di rumah. Termometer air raksa sangat akurat dan
murah harganya. Bila jatuh akan langsung pecah sehingga tidak terlalu dianjurkan
penggunaannya pada bayi dan balita. Termometer digital lebih mahal harganya tetapi
relatif lebih aman penggunaannya.
Sekian informasi tentang Pengertian Termometer Dan Cara Menggunakannya yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat.
Wasalam.
