Pengertian Dari Bakteremia
Apa Itu Bakteremia?
Bakteremia adalah adanya bakteri di dalam darah berdasarkan hasil kultur darah
positif.
positif.
Bakteremia adalah terdapatnya bakteri di dalam darah
Kondisi bakteremia
dapat merupakan kondisi yang tidak berbahaya, akan tetapi dapat pula berlanjut
menjadi infeksi lokal atau sistemik yang lebih parah dan fatal jika tidak diobati,
seperti sepsis.
Kondisi bakteremia merupakan penyebab yang cukup sering dari penyakit
yang mengancam jiwa, sehingga deteksi awal terhadap etiologi bakteremia sangat
penting.
Didapatkannya bakteri dari kultur darah di laboratorium dapat
disebabkan oleh adanya infeksi maupun non-infeksi, seperti kontaminasi.
disebabkan oleh adanya infeksi maupun non-infeksi, seperti kontaminasi.
Bakteremia yang merefleksikan infeksi (true infection) akan menyebabkan respon
fisiologis yang mengindikasikan adanya infeksi berat, seperti sepsis, sepsis berat,
dan syok septik
Bakteri adalah salah satu golongan organisme prokariotik (tidak mempunyai
selubung inti).
selubung inti).
Bakteri sebagai makhluk hidup tentu memiliki informasi genetik
berupa DNA, tapi tidak terlokalisasi dalam tempat khusus (nukleus) dan tidak ada
membran inti. DNA pada bakteri berbentuk sirkuler, panjang dan biasa disebut
nukleoid.
berupa DNA, tapi tidak terlokalisasi dalam tempat khusus (nukleus) dan tidak ada
membran inti. DNA pada bakteri berbentuk sirkuler, panjang dan biasa disebut
nukleoid.
DNA bakteri tidak mempunyai intron dan hanya tersusun atas ekson
saja. Bakteri juga memiliki DNA ekstrakromosomal yang tergabung menjadi
plasmid yang berbentuk kecil dan sirkuler.
saja. Bakteri juga memiliki DNA ekstrakromosomal yang tergabung menjadi
plasmid yang berbentuk kecil dan sirkuler.
Bakteri dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Salah satu klasifikasi yang
paling sering digunakan adalah dengan menggunakan pewarnaan Gram.
paling sering digunakan adalah dengan menggunakan pewarnaan Gram.
Pewarnaan Gram adalah prosedur mikrobiologi dasar untuk mendeteksi dan
mengidentifikasi bakteri. Prosedur pewarnaan Gram dimulai dengan pemberian
pewarna basa, kristal violet. Larutan iodine kemudian ditambahkan; semua bakteri
akan terwarnai biru pada fase ini.
Sediaan kemudian diberi alkohol. Sel Gram
positif akan tetap mengikat senyawa kristal violet-iodine sehingga bewarna biru,
58 sedangkan Gram negatif akan hilang warnanya oleh alkohol.
positif akan tetap mengikat senyawa kristal violet-iodine sehingga bewarna biru,
58 sedangkan Gram negatif akan hilang warnanya oleh alkohol.
Sebagai langkah
terakhir, counterstain (misalnya safranin yang berwarna merah) ditambahkan
sehingga sel Gram negatif yang tidak berwarna akan mengambil warna kontras;
sedangkan sel Gram positif terlihat dalam warna biru keunguan (violet).
terakhir, counterstain (misalnya safranin yang berwarna merah) ditambahkan
sehingga sel Gram negatif yang tidak berwarna akan mengambil warna kontras;
sedangkan sel Gram positif terlihat dalam warna biru keunguan (violet).
Sekian mengenai
