Tuesday, 4 June 2019

7 Bahaya Cat Rambut Bagi Kesehatan

Bahaya Cat Rambut Untuk Kesehatan


7 Bahaya Cat Rambut Bagi Kesehatan

Rambut merupakan bagian tubuh yang paling diperhatikan, seiring perkembangan zaman tren mewarnai rambut semakin marak diikuti banyak orang dan kalangan.

Mewarnai rambut memang bisa memperindah dan menambah daya tarik pada rambut kamu, tapi hati hati sebelum kamu mewarnai rambut mu perhatikan dulu bahaya yang mungkin ditimbulkan cat rambut bagi kesehatan

Ya, cat rambut memang memiliki bahan kimia yang tidak selamanya baik bagi kesehatan rambut itu sendiri maupun bagi kesehatan tubuh.

Terlalu sering mewarnai rambut dapat membuat rambut menjadi kering, rontok bahkan rusak,

Selain itu cat rambut juga memiliki dampak yang cukup berbahaya bagi tubuh,
Apa Saja Bahaya Cat Rambut Bagi Kesehatan tubuh?

Berikut ini merupakan bahaya jika terlalu sering mewarnai rambut menggunakan cat rambut yang perlu diwaspadai.

Bahaya Sering Cat Rambut


1. Alergi


Cat rambut biasanya dapat berefek samping kepada terjadinya alergi pada daerah kulit kepala, seperti gatal pada kulit kepala, kemerahan dan ruam di sekitar kulit kepala.

Gejala gejala alergi seperti yang sudah disebutkan diatas merupakan akibat dari kandungan paraphenylenediamine atau PPD dalam cat rambut atau pewarna rambut.

Kandungan PPD dalam cat rambut merupakan penyebab utama yang mengakibatkan reaksi alergi pada kulit.

2. Rambut Keras dan Mengembang


Salah satu dampak dari mewarnai rambut dengan cat rambut berbahan kimia adalah dapat menyebabkan rambut menjadi mengeras serta mengembang,

Hal itu disebabkan karena adanya kandungan cat rambut yang bernama hidrogen peroksida.
Hidrogen peroksida dalam cat rambut akan membuat rambut yang diwarnai menjadi mengeras dan mengembang.

3. Asma


Terlalu sering mewarnai rambut dengan cat rambut juga memiliki bahaya untuk pernafasan, diantaranya dapat menimbulkan penyakit asma.

Ya, kandungan paraphenylenediamine atau PPD serta Amonia dalam cat pewarna rambut selain dapat mengakibatkan iritasi kulit, juga dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang berujung pada asma.

4. Menurunkan Kekebalan Tubuh


Terlalu sering menggunakan pewarna rambut juga bisa berdampak pada turunnya kekebalan tubuh atau sistem imun seseorang.

Itu karena dalam cat rambut mengandung zat pengawet DMDM Hydantoin.
Hampir di semua cat rambut kimia menggunakan bahan ini.

DMDM Hydantoin atay zat pengawet dalam cat rambut inilah yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.

5. Menyebabkan Kanker


Jika kamu ingin mewarnai rambutmu sebaiknya hati hati dalam memilih cat pewarna rambut yang akan kamu gunakan.

Karena salah salah memilih cat rambut dapat menyebabkan efek samping penyebab kanker Lho.

Iya, cat rambut memang dapat menyebabkan timbulnya penyakit kanker, hal ini disebabkan karena adanya kandungan Lead Acetate atau juga Coal Tar yang dapat menjadi zat pemicu kanker.

6. Mengiritasi Mata


Bahaya dari penggunaan cat rambut yang terlalu sering juga akan menimbulkan iritasi pada mata.

Itu karena kandungan cat rambut yang biasanya terdiri dari bahan bahan kimia jika mengenau mata maka akan menyebabkan mata merah dan bengkak.

7. Menurunkan Tingkat Kesuburan


Siapa sangka bahwa ternyata cat rambut dapat menurunksn tingkat kesuburan seseorang hal itu disebabkan karena kandungan bahan bahan kimia dan zat zat kimia dalam cat sintetis yang bisa menjadi penyebab hal tersebut.

Sekian mengenai

7 Bahaya Cat Rambut Bagi Kesehatan
Bahaya Cat Rambut Untuk Kesehatan
Bahaya Sering Cat Rambut

Sindrom Bell's Palsy Adalah

Sindrom Bell's Palsy


Sindrom Bell's Palsy Adalah

Apa Itu Sindrom Bell's Palsy?


Bell’s palsy adalah kelumpuhan akut yang terjadi pada bagian saraf wajah yang tidak
diketahui penyebabnya. Tujuan dari penulisan review ini yaitu untuk mengetahui terapi pada
kasus Bell’s palsy berdasarkan Guideline dan tingkat keparahan. 

Metode yang digunakan
yaitu dengan mencari beberapa jurnal ilmiah dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik
yang akan dibahas dalam tulisan ini. 

Berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan
bahwa terapi untuk Bell’s palsy dengan tingkat keparahan ringan, sedang, dan berati lebih
efektif ketika diberi terapi kombinasi yaitu obat kortikosteroid dengan obat antiviral
dibandingkan dengan terapi tunggal yaitu pemberian obat kortikosteroid atau obat antiviral. 

Dan untuk terapi tunggal, pemberian obat kortikosteroid lebih baik dibandingkan dengan
terapi obat antiviral saja. 

Bell’s palsy adalah kelumpuhan
akut yang terjadi pada bagian saraf wajah
yang tidak diketahui penyebabnya. 

Kelainan tersebut bisa terjadi akibat dari
kelainan traumatis, infeksi, tekanan,
inflamasi atau kelainan metabolik yang
menyerang saraf dibagian wajah,
predisposisi genetik, dan reaksi autoimun. 

Kelumpuhan saraf wajah ini bisa terjadi
secara keseluruhan pada bagian wajah
ataupun hanya sebagian
Bell’s Palsy merupakan suatu kelumpuhan
akut nervus fasialis perifer yang tidak diketahui
sebabnya.

Sir Charles Bell (1821) adalah orang
yang pertama meneliti beberapa penderita dengan
wajah asimetrik, sejak itu semua kelumpuhan nevus
fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut
Bell’s palsy

Bell’s palsy adalah gangguan neurologis yang disebabkan oleh kerusaka
saraf fasialis yang menyebabkan kelemahan pada satu sisi wajah. Paralisis ini
akan menyebabkan asimetris wajah serta mengganggu fungsi normal seperti
makan dan menutup mata
Bell’s palsy adalah gangguan neurologis yang disebabkan oleh kerusaka
saraf fasialis yang menyebabkan kelemahan pada satu sisi wajah. 

Paralisis ini
akan menyebabkan asimetris wajah serta mengganggu fungsi normal seperti
makan dan menutup mata
Bell’s Palsy juga di definisikan sebagai parese nervus fasialis tipe perifer
idiopatik, yang meliputi wajah bagian atas dan bawah dengan atau tanpa
hilangnya rasa pada lidah ipsilateral. 

Hipotesis mengenai keterlibatan infeksi
virus herpes simpleks telah diterima secara luas. Umumnya gejala penyakit ini
ringan dengan pemulihan sempurna dalam 2-3 minggu. Resko seumur hidup
terhadap pasien ini adalah 2 %. Insidensi kelainan ini mencapai 23 per 100.000
orang pertahun.

 Bell’s palsy dapat mengenai pria dan wanita dengan
perbandingan sama dari usia 10-40 tahun dan mengenai wajah sisi kanan dan
kiri, dengan kasus sama banyak
Selain kelumpuhan seluruh otot wajah sesisi tidak didapati gangguan lain
yang mengiringinya, bila paresisnya benar-benar bersifat Bell’s palsy.Tetapi
dua hal yang harus disebut sehubungan dengan ini. 

Pertama, air mata yang
keluar secara berlebihan di sisi kelumpuhan dan pengecapan pada 2/3 lidah sisi
kelumpuhan kurang tajam. 

Gejala tesebut pertama timbul karena konjungtiva
bulbi tidak dapat penuh ditutupi kelopak mata yang lumpuh sehingga mudah 

iritasi angina, debu dan sebagainya
Penyebab dari kelainan Bell’s palsy
ini masih belum diketahui secara jelas,
namun beberapa penulis menyebutkan
bahwa virus merupakan salah satu
penyebabnya, dan virus herpes disebutkan
sebagai agen infektif yang dapat
menyebabkan peradangan atau inflamasi 

pada saraf Bell’s palsy lebih sering
terjadi pada orang dewasa dibandingkan
pada anak-anak
Pengobatan pada penderita Bell’s
palsy bertujuan untuk mencegah sisa-sisa
gejala yang mungkin akan muncul kembali
dan juga untuk mengobati peradangan atau
inflamasi yang terjadi akibat dari infeksi
virus herpes 

yang didasarkan pada
patofisiologi infeksi virus herpes tersebut
pada saraf wajah.

Sekian mengenai

Sindrom Bell's Palsy Adalah
Sindrom Bells Palsy


Bahaya Penyakit Kista Bartholin

Penyakit Kista Bartolin


Bahaya Penyakit Kista Bartholin

Apa Itu Penyakit Kista Bartholini?


Salah satu infeksi pada sistem reproduksi yaitu penyakit kista dan yang paling
sering di temukan adalah Kista Bartholini. 

Kista ini merupakan masalah yang
terbanyak di temukan pada wanita usia reproduktif. Usia tersering timbulnya
Kista Bartholini adalah 20-30 tahun, yang merupakan insiden tertinggi dimana
kurang dari 2 % perempuan dapat mengalami Kista atau abses Bartholini pada
suatu periode kehidupannya 

Kista Bartholini adalah tumor kistik jinak yang ditimbulkan akibat
saluran kelenjar Bartholini yang mengalami sumbatan yang biasanya
disebabkan oleh infeksi kuman Neisseria gonorrhoeae
Kista Bartholini umumnya asimptomatis,

 namun dapat juga memberikan
keluhan berupa nyeri hingga gangguan aktifitas yang dapat membahayakan
dan mengganggu si penderita. Sampai saat ini etiologi dari kista belum
diketahui. 

Pertumbuhan kista sangat pelan awalnya hanya berukuran kecil tapi
apabila tidak dilakukan pengobatan dapat mengakibatkan keganasan berupa
kanker
Kista yang mulanya jinak dapat menjadi ganas, mekipun tidak semua
kista mudah berubah menjadi ganas. Bahaya lain dari kista adalah apabila
terpuntir. 

Kejadian ini akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan
memerlukan tindakan darurat untuk mencegah kista jangan sampai pecah.
Apabila kista tersebut sampai pecah bisa mengakibatkan hal-hal yang sangat
berbahaya bagi penderita
Pengertian Kista Bartholini

a. Kista Bartholini adalah penyumbatan pada kelenjar Bartholini yang
ada di vagina sehingga menyebabkan cairan lubrikasi pada vagina
tidak keluar
Pengertian Kista Bartholini

a. Kista Bartholini adalah penyumbatan pada kelenjar Bartholini yang
ada di vagina sehingga menyebabkan cairan lubrikasi pada vagina
tidak keluar 

c. Kista Bartholini adalah penyumbatan pada kelenjar Bartholini yang
ada di vagina sehingga menyebabkan cairan lubrikasi pada vagina
tidak keluar. Penyumbatan pada kelenjar Bartholini biasanya
disebabkan oleh infeksi bakteri.

Sekian mengenai

Bahaya Penyakit Kista Bartholin
Penyakit Kista Bartholin
Penyakit Kista Bartholinitis

Definisi Penyakit Angina Pektoris

Apa Itu Angina Pektoris?


Definisi Penyakit Angina Pektoris

Apa Itu Penyakit Angina Pektoris?

Angina pektoris adalah rasa tidak enak di dada sebagai akibat dari suatu iskemik
miokard nya adanya infark. Klasifikasi klinis angina pada dasarnya berguna untuk
mengevaluasi mekanisme terjadinya iskemik.

 Walaupun patogenesa angina mengalami
perubahan dari tahun ke tahun, akan tetapi pada umumnya dapat dibedakan 3 tipe angina: 

1. Classical effort angina (angina klasik)
Pada nekropsi biasanya didapatkan aterosklerosis koroner. Pada keadaan ini,
obstruksi koroner tidak selalu menyebabkan terjadinya iskemik seperti waktu
istirahat. 

Akan tetapi bila kebutuhan aliran darah melebihi jumlah yang dapat
melewati obstruksi tersebut, akan tetapi iskemik dan timbul gejala angina. 

Angina
pektoris akan timbul pada setiap aktifitas yang dapat meningkatkan denyut
jantung, tekanan darah dan atatus inotropik jantung sehingga kebutuhan O2 akan
bertambah seperti pada aktifitas fisik, udara dingin dan makan yang banyak. 

2. Variant angina (angina Prinzmetal)
Bentuk ini jarang terjadi dan biasanya timbul pada saat istirahat, akibat penurunan
suplai O2 darah ke miokard secara tiba-tiba. 

Penelitian terbaru menunjukkan
terjadinya obsruksi yang dinamis akibat spasme koroner baik pada arteri yang
sakit maupun yang normal. 

Peningkatan obstruksi koroner yang tidak menetap ini
selama terjadinya angina waktu istirahat jelas disertai penurunan aliran darah
arteri koroner. 

3. Unstable angina (angina tak stabil / ATS)
Istilah lain yang sering digunakan adalah Angina preinfark, Angina dekubitus,
Angina kresendo. Insufisiensi koroner akut atau Sindroma koroner pertengahan. 

Bentuk ini merupakan kelompok suatu keadaan yang dapat berubah seperti
keluhan yang bertambah progresif, sebelumnya dengan angina stabil atau angina
pada pertama kali.

 Angina dapat terjadi pada saat istirahat maupun bekerja. Pada
patologi biasanya ditemukan daerah iskemik miokard yang mempunyai ciri
tersendiri.
Pada makalah ini terutama akan dibicarakan mengenai pengenalan ATS 

karena
ATS adalah suatu sindroma klinik yang berbahaya dan merupakan tipe angina pektoris
yang dapat berubah menjadi infark miokard ataupun kematian.
Sindroma ATS telah lama dikenal sebagai gejala awal dari infark miokard akut (IMA). 

Banyak penelitian melaporkan bahwa ATS merupakan risiko untuk terjadinya IMA dan
kematian. Beberapa penelitian retrospektif menunjukkan bahwa 60-70% penderita IMA 

dan 60% penderita mati mendadak pada riwayat penyakitnya mengalami gejala prodroma
ATS. Sedangkan penelitian jangka panjang mendapatkan IMA terjadi pada 5-20%
penderita ATS dengan tingkat kematian 14-80%.
Angina pektoris tak stabil adalah suatu spektrum dari sindroma iskemik miokard
akut yang berada di antara angina pektoris stabil dan anfark miokard akut. 

Terminologi ATS harus tercakup dalam kriteria penampilan klinis sebagai berikut : 

1. Angina pertama kali
Angina timbul pada saat aktifitas fisik. Baru pertama kali dialami oleh penderita
dalam priode 1 bulan terakhir 

2. Angina progresif
Angina timbul saat aktifitas fisik yang berubah polanya dalam 1 bulan terakhir,
yaitu menjadi lebih sering, lebih berat, lebih lama, timbul dengan pencetus yang
lebih ringan dari biasanya dan tidak hilang dengan cara yang biasa dilakukan. 

Penderita sebelumnya menderita angina pektoris stabil. 

3. Angina waktu istirahat
Angina timbul tanpa didahului aktifitas fisik ataupun hal-hal yang dapat
menimbulkan peningkatan kebutuhan O2 miokard. Lama angina sedikitnya 15
menit. 

4. Angina sesudah IMA
Angina yang timbul dalam periode dini (1 bulan) setelah IMA.
Kriteria penampilan klinis tersebut dapat terjadi sendiri-sendiri atau bersama-
bersama tanpa adanya gejala IMA. 

Nekrosis miokard yang terjadi pada IMA harus
disingkirkan misalnya dengan pemeriksaan enzim serial dan pencatatan EKG.

Gejala angina pektoris pada dasarnya timbul karena iskemik akut yang tidak
menetap akibat ketidak seimbangan antara kebutuhan dan suplai O2 miokard. 

Beberapa keadaan yang dapat merupakan penyebab baik tersendiri ataupun bersama-
sama yaitu : 

1. Faktor di luar jantung
Pada penderita stenosis arteri koroner berat dengan cadangan aliran koroner yang
terbatas maka hipertensi sistemik, takiaritmia, tirotoksikosis dan pemakaian obat-
obatan simpatomimetik dapat meningkatkan kebutuhan O2 miokard sehingga
mengganggu keseimbangan antara kebutuhan dan suplai O2.

 Penyakit paru
menahun dan penyakit sistemik seperti anemi dapat menyebabkan tahikardi dan
menurunnya suplai O2 ke miokard. 

2. Sklerotik arteri koroner
Sebagian besar penderita ATS mempunyai gangguan cadangan aliran koroner
yang menetap yang disebabkan oleh plak sklerotik yang lama dengan atau tanpa
disertai trombosis baru yang dapat memperberat penyempitan pembuluh darah
koroner. 

Sedangkan sebagian lagi disertai dengan gangguan cadangan aliran darah
koroner ringan atau normal yang disebabkan oleh gangguan aliran koroner
sementara akibat sumbatan maupun spasme pembuluh darah.

3. Agregasi trombosit
Stenosis arteri koroner akan menimbulkan turbulensi dan stasis aliran darah
sehingga menyebabkan peningkatan agregasi trombosit yang akhirnya
membentuk trombus dan keadaan ini akan mempermudah terjadinya
vasokonstriksi pembuluh darah. 
 
4. Trombosis arteri koroner
Trombus akan mudah terbentuk pada pembuluh darah yang sklerotik sehingga
penyempitan bertambah dan kadang-kadang terlepas menjadi mikroemboli dan
menyumbat pembuluh darah yang lebih distal. Trombosis akut ini diduga
berperan dalam terjadinya ATS. 
 
5. Pendarahan plak ateroma
Robeknya plak ateroma ke dalam lumen pembuluh darah kemungkinan
mendahului dan menyebabkan terbentuknya trombus yang menyebabkan
penyempitan arteri koroner. 
 
6. Spasme arteri koroner
Peningkatan kebutuhan O2 miokard dan berkurangnya aliran koroner karena
spasme pembuluh darah disebutkan sebagai penyeban ATS.

 Spame dapat terjadi
pada arteri koroner normal atupun pada stenosis pembuluh darah koroner. Spasme
yang berulang dapat menyebabkan kerusakan artikel, pendarahan plak ateroma,
agregasi trombosit dan trombus pembuluh darah. 
 
Beberapa faktor risiko yang ada hubungannya dengan proses aterosklerosis antara
lain adalah :
1. Faktor risiko yang tidak dapat diubah :
Umur, jenis kelamin dan riwayat penyakit dalam keluarga. 
 
2. Faktor risiko yang dapat diubah :
Merokok, hiperlipidemi, hipertensi, obesitas dan DM.

Sekian mengenai

Definisi Penyakit Angina Pektoris
Penyakit Angina Pektoris


Sindrom Koroner Akut Adalah

Definisi Sindrom Koroner Akut


Sindrom Koroner Akut Adalah

Apa Itu Sindrom Koroner Akut?


Sindrom koroner akut adalah suatu kondisi terjadi pengurangan aliran darah ke
jantung secara mendadak.

 Beberapa gejala dari sindrom ini adalah tekanan di dada
seperti serangan jantung, sesak saat sedang beristirahat atau melakukan aktivitas fisik
ringan, keringat yang berlebihan secara tiba-tiba (diaforesis), muntah, mual, nyeri di
bagian tubuh lain seperti lengan kiri atau rahang, dan jantung yang berhenti
mendadak (cardiac arrest). 

Umumnya mengenai pasien usia 40 tahun ke atas walau
pada saat ini terdapat kecenderungan mengenai usia lebih muda.
Sindrom koroner akut atau
infark miokard akut merupakan salah
satu diagnosis rawat inap tersering di
negara maju. 

Laju mortalitas awal (30
hari) pada SKA adalah 30% dengan
lebih dari separuh kematian terjadi
sebelum pasien mencapai rumah sakit.
Walaupun laju mortalitas menurun
sebesar 30% dalam 2 dekade terakhir,
sekitar 1 di antara 25 pasien yang tetap
hidup pada perawatan awal, meninggal
dalam tahun pertama setelah infark
miokard akut.

Aliran Darah Koroner
Pada jantung normal kebutuhan
oksigen miokard disuplai secara
kontinyu oleh arteri koroner selama
aktivitas normal, kebutuhan oksigen
miokard naik akan menaikkan aliran
arteri koroner. Suplai oksigen miokard
bergantung pada oksigen content darah
dan coronary blood flow. 

Oksigen
content bergantung pada oksigenasi
sistemik dan kadar hemoglobin,
sehingga bila tidak anemia atau
penyakit paru aliran oksigen koroner
cenderung konstan. Bila ada kelainan
maka aliran koroner secara dinamis
menyesuaikan suplai oksigen dengan
kebutuhan oksigen sel

Faktor Metabolik
Akumulasi metabolik lokal
mempengaruhi tonus vaskuler,
mempengaruhi suplai oksigen dan dapat
merubah kebutuhan oksigen. 

Selama
terjadi hipoksia maka metabolisme
aerob dan defosforilasi oksidatif di
mitokondria terhambat sementara fosfat
energi tinggi termasuk ATP tak dapat
diregenerasi sehingga mengakibatkan
adenosin difosfat (ADP) dan adenosin
monofosfat (AMP) terkumpul dan
terdegradasi sebagian menjadi adenosin

Seperti yang kita ketahui pada
endotel pembuluh darah dihasilkan
substansi vasoaktif yang
mempengaruhi tonus vaskuler. 

Vasodilator yang diproduksi oleh
endotel termasuk Nitric oxide (NO),
prostasiklin dan endothelium derived
hiperpolarizing factor (EDHF).
Endotelin 1 sebagai contoh dari
substansi endotelium berfungsi sebagai
vasokonstriktor.

Sekian Mengenai

Sindrom Koroner Akut Adalah
Definisi Dindrom Koroner Akut
Sindrom Koroner Gagal Jantung

Sunday, 2 June 2019

Gak Nyangka, inilah 5 Manfaat Madu Untuk Rambut dan Kulit Kepala

Manfaat Madu Untuk Rambut dan Cara Penggunaannya

5 Manfaat Madu Untuk Rambut dan Kulit Kepala

Madu yang dikenal memiliki rasa manis dan aroma yang khas ini sudah sangat dikenal mempunyai  banyak manfaat yang baik untuk kesehatan.

Tidak hanya bagi kesehatan tubuh, madu juga banyak memiliki manfaat yang berguna bagi rambut, seperti mengatasi kerontokan pada rambut serta menutrisi rambut dan kulit kepala, 

madu juga mempunyai Manfaat Madu Untuk Kebotakan, Manfaat Madu Untuk Rambut Bercabang, Manfaat Madu Untuk rambut Rusak, Manfaat Madu Untuk Menebalkan Rambut, Manfaat Madu Untuk Menyuburkan Rambut.

Madu mempunyai kandungan antikuman, antibakteri, antioksidan,  dan berbagai kandungan nutrisi lainnnya yang sangat baik untuk menjaga rambut dari kerusakan.

Apa Manfaat Madu Untuk Rambut

Menjaga kesehatan rambut tidak hanya dapat dilakukan dengan melakukan perawatan mahal, tetapi dengan bahan alami pun kita juga dapat melakukan perawatan rambut dengan bahan alami yang sangat mudah dilakukan, 

melakukan perawatan rambut tidak selalu harus dari luar, tetapi merawat rambut dari dalam serta menutrisi rambut dari dalam tidak kalah penting untuk dilakukan agar rambut kita selalu sehat.

Nah, berikut ini adalah manfaat Madu Bagi Kesehatan Rambut yang harus kamu tau:

1.  Membasmi Ketombe


Ketombe merupakan permasalahan umum yang sering terjadi pada rambut dan kulit kepala, beberapa penyebab ketombe biasanya dikarenakan kulit kepala yang selalu berminyak, terkena sinar matahari serta faktor kurangnya nutrisi pada kulit kepala dan rambut.

Kamu punya tipe kulit kepala berketombe?
Nggak usah khawatir karena ketombe karena ternyata madu merupakan solusi yang ampuh untuk menghilangkan ketombe di kulit kepalamu.

Caranya kamu cukup langsung mengaplikasikan madu ke kulit kepala dengan mengoleskannya secara perlahan, kemudian tunggu beberapa menit lalu bilas dan shampoo seperti biasa, lakukan perawatan madu ini secara teratur agar ketombe di kulit kepalamu hilang sepenuhnya.

2. Melembabkan Rambut


Rambut yang kering juga merupakan  permasalahan yang umum dijumpai, rambut yang kering tentu saja mengindikasikan bahwa rambut mengalami kerusakan.

Nah, untuk mengatasi permasalahan rambutmu yang kering, kamu hanya perlu melakukan perawatan rambut menggunakan madu alami secara teratur.

Kandungan lilin alami dalam madu berfungsi untuk melembabkan serta menghaluskan rambut dan menghilangkan permasalahan rambut kering.

3. Mempercepat Pertumbuhan Rambut


Memiliki rambut yang sehat dan tebal merupakan keinginan setiap orang, akan tetapi kerontokan rambut merupakan penyebab rambutmu terus menipis.

Lalu bagaimana caranya agar dapat menebalkan rambut yang tipis secara alami?

Caranya sangat mudah kamu cukup memakai madu secara teratur, mungkin kamu bertanya, kenapa madu? Memangnya bisa ya madu menebalkan rambut?

Iya, kamu jangan heran mengapa madu dapat menebalkan rambut, itu karena madu mengandung emolien yang sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan rambut.

4. Menguatkan Akar Rambut


Rambut yang kuat juga tentu jadi keinginan banyak orang, untuk mewujudkannya kamu hanya memerlukan satu bahan alami yaitu madu.

Jika tadi madu diaplikasikan secara langsung ke kulit kepala, sekarang madu akan menutrisi rambutmu dari dalam serta membuat rambutmu kuat dari akarnya.

Ya, mengkonsumsi madu merupakan hal yang baik untuk kesehatan tubuh termasuk juga bagi kesehatan rambutmu, mrngkonsumsi madu secara teratur juga bermanfaat memperkuat akar rambut.

5. Kondisioner Alami


Madu dikenal sebagai kondisioner alami yang bisa menghilangkan permasalahan rambutmu yang rusak dan kusam.

Nggak percaya?

Faktanya madu bisa melembutkan rambut melembabkan menutrisi serta menjaga keindahan rambut kamu.

Cara menghilangkan rambut kusam dengan madu sebagai kondisioner alaminya sangat mudah, kamu hanya perlu menyiapkan satu sendok madu murni, dan sesendok minyak kelapa kemudian dicampur dan diaplikasikan ke kulit kepala dan rambut.

Sekian mengenai

5 Manfaat Madu Untuk Rambut dan Kulit Kepala
Manfaat Madu Untuk Rambut Rusak
Manfaat Madu Untuk Rambut dan Kulit Kepala
Manfaat Madu Untuk Menebalkan Rambut

Penyakit Autoimun Ankylosing Spondylitis

Ankylosing Spondylitis Adalah Penyakit


Penyakit Autoimun Ankylosing Spondylitis


Penyakit Ankylosing Spondylitis


Ankylosing spondylitis (AS) adalah bentuk penyakit radang rematik yang disebabkan
oleh disfungsi kekebalan tubuh. Lebih dari 90% pasien membawa antigen HLA-B27. 

Sebagian besar pasien AS adalah laki-laki, dengan onset umumnya terjadi mulai usia
remaja sampai usia 40 tahun. Jaringan lunak pasien di sekitar tulang belakang seperti
tendon dan ligamen akan dikalsifikasi dan kaku karena peradangan.

 Lembur, radang
kronis pada tulang belakang bisa menyebabkan fusi vertebra. Seluruh tubuh akan
menjadi kaku seperti bambu, yang menyebabkan mobilitas kehilangan dan, akhirnya,
cacat fisik atau postur bungkuk ke depan. 

Ankylosing Spondylitis dapat menyebabkan
radang pada jaringan atau organ lain, seperti radang iris dan usus.

Apa itu Penyakit Ankylosing Spondylitis? 


Ankylosing spondylitis adalah penyakit peradangan kronis, suatu bentuk rematik karena
ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh, yang mempengaruhi sendi tulang belakang
dan sendi sacroiliac. 

Sendi sacroiliac terletak di punggung bawah dimana sakrum
memenuhi tulang iliaka, bagian tubuh dimana timbulnya penyakit umumnya terjadi. 

Peradangan menyerang sendi sacroiliac dan bentuk tulang baru sebagai bagian tubuh
untuk sembuh. Lembur, peradangan kronis akan menyebabkan penyemenan vertebra,
yang menyebabkan hilangnya mobilitas tulang belakang.

 Saat gejala memburuk, itu
mempengaruhi leher, tulang belakang toraks dan bahkan tulang punggung yang lebih
rendah. Ligamen yang menghubungkan tulang punggung menjadi kaku, bagian sekering
vertebra bersamaan, membuat pasien tidak fleksibel untuk menekuk dan bergerak. 

Lembur,
tulang punggung bagian bawah, pinggul, bahkan bahu dan tumit akan terpengaruh, dan
seluruh tubuh akan menjadi kaku.
Sekitar 40% pasien secara bersamaan akan mengembangkan peradangan iris (bagian
warna mata) dan artritis penyakit radang usus besar, yang menyebabkan sakit perut dan
diare. 

Ankylosing spondylitis tidak memiliki penyebab spesifik yang diketahui, meskipun
antigen HLA-B27 tampaknya terlibat. 

Namun, menurut statistik, untuk individu HLA-B27
positif yang memiliki kerabat dengan penyakit ini, kesempatan mereka untuk
mengembangkan AS hanya 2%.

 Di sisi lain, pada individu dengan HLA-B27 positif yang
tidak memiliki keluarga dengan penyakit ini, faktor risikonya hanya meningkat menjadi
20%. Dipercaya bahwa selain antigen HLA-B27, ada faktor lain yang menyebabkan
ankylosing spondylitis, seperti infeksi bakteri.

Sekian mengenai

Penyakit Autoimun Ankylosing Spondylitis
Ankylosing Spondylitis Adalah Penyakit
Penyakit Ankylosing Spondylitis